Logo
Makna Logo PON XVII – 2008, Samarinda, Kalimantan Timur:
- Bagian utama logo berbentuk ekor pesut dalam posisi melambai yang dapat terlihat ketika menyelam, dari atas permukaan air menggambarkan lambaian salam selamat datang.
- Tiga buah ring berwarna biru, bermakna PON XVII, menjunjung kekompakan dan persatuan untuk mencapai tri sukses PON yaitu sukses prestasi, sukses penyelenggaraan dan sukses pemberdayaan ekonomi rakyat.
- Bentuk lengkung motif khas Kalimantan Timur ini melambangkan deburan ombak Sungai Mahakam yang merupakan tempat habitat Pesut.
- Tulisan “Kaltim 2008″ dan “PON XVII” memberikan informasi bahwa Kalimantan Timur sebagai tuan rumah penyelenggara Pekan Olahraga Nasional XVII.
- Slogan “Kita semua satu!” ini bermakna semua peserta PON berlomba untuk daerah masing-masing, namun pada hekekatnya semua adalah satu, Bangsa Indonesia.
[sunting] Maskot
Maskot untuk PON XVII terbagi menjadi tiga jenis binatang langka yang terdapat di Kalimantan Timur, masing-masing maskot tersebut melambangkan jenis olahraga berdasarkan lokasi udara, air dan darat. Terdapat pula piktogram dari masing-masing jenis olahraga yang dipertandingan. Maskot-maskot tersebut adalah:[6]
Burung Enggang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Kalimantan Timur. Wajah Engang dengan mulut tersenyum menandakan masyarakat Kalimantan Timur yang ramah dan mulut sedikit terbuka mengisyaratkan atau memanggil seluruh rakyat Indonesia untuk berkumpul dan bersatu di Bumi Etam. Sayap tangan yang memegang medali menandakan suatu prestasi yang baik dicapai dengan upaya yang positif dan menjujung tinggi sportifitas.
Pesut merupakan hewan khas perairan Sungai Mahakam yang populasinya sudah sangat langka. Wajah Pesut yang tersenyum sebagai pertanda masyarakat Kalimantan Timur yang ramah dan bersahaja.
- Orangutan: Maskot untuk cabang olahraga darat
Orangutan mengambil bentuk posisi seakan sedang berlari dengan membawa obor api PON. Wajah Orang Utan dengan mulut tersenyum memberikan kesan yang ceria, ramah tamah dan suka cita menyambut PON XVII di Kalimantan Timur.
Sejumlah orang yang menamakan diri Solidaritas Dayak Bersatu memprotes penggunaan atribut dayak pada maskot PON XVII. Mereka menganggap penggunaan atribut itu menghina karena menyamakan masyarakat dayak dengan binatang yang menjadi maskot.[7]